Penambahan Carboxymethyle cellulose (Cmc) pada Minuman Madu Sari Apel Ditinjau dari Rasa, Aroma, Warna, pH, Viskositas, dan Kekeruhan

Ditha Novi Anggraini, Lilik Eka Radiati, Purwadi Purwadi

Abstract


Apple cider honey drink was modified product from fresh honey with apple cider, but there were pectin and tannin in apple cider effected agglutination and needed stabilizier as CMC. The result objective of this study was to know the best consentration of CMC addition in term of taste, aroma, color, pH, viscosity, and turbidity of apple cider honey drink. The experiment design used was completely randomized design consist four treatments and four replications. The treatments were CMC addition P0 (no addition of CMC), P1 (CMC 0.05 %), P2 (CMC 0.1 %), and P3 (CMC 0.15 %). Conclussion of the hedonic test for taste 7.06;  aroma 6.61; pH 6.45; lightness (L*) 21.775; redness (a*) 9.4; yellowness (b*) 10.4; viscosity 1.039 Cp; and turbidity 185.750 NTU

Keywords


hedonic test; color; pH; viscosity; turbidity

Full Text:

PDF

References


AOAC. 1995. Official Method of Analysis of the Association of Official Analytical Chemist. Benyamin Frenklin Station. Washington DC.

Apriani, D., Gusnedi, dan Y. Darvina. 2013. Studi Tentang Nilai Viskositas Madu Hutan dari Beberapa Daerah Di Sumatera Barat untuk Mengetahui Kualitas Madu. Jurnal Pillar of Physics 2: 91-98.

Aprillia, D. dan W.H. Susanto. 2014. Pembuatan Sari Apel (Malus sylvestris Mill) dengan Ekstraksi Metode Osmosis (Kajian Varietas Apel dan Lama Osmosis). Jurnal Pangan dan Agroindustri 2 (1): 8696.

Darwis, A.A., P. Suryadarma, dan E. Rosita. 2003. Pengaruh Lama Penguapan Pelarut (Diklorometana) dan Konsentrasi Umpan terhadap Filtrasi Sari Buah Apel pada Membran Selulosa Asetat Mikrobial. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 14 (1): 24-29.

Day, J.R., R.A., and A.L. Underwood. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif, Edisi keenam, 382-421. Erlangga. Jakarta. Dewayani, W., H. Muhammad, Sunanto, A. Rauf, M. Thamrin dan M.B. Nappu. 2002. Pengaruh Bahan Penstabil terhadap Mutu Sari Buah Markisa (Passiflora Edulis F. Edulis Sims). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. J. Hort. 12 (2): 110-117.

Fatimah, F., J. Rorong, dan S. Gugule. 2012. Stabilitas dan Viskositas Produk Emulsi Virgin Coconut Oil-Madu. J. Teknologi dan Industri Pangan 23 (1): 75-80.

Isniawan, V., Y. Subagyo, dan S. Utami. 2013. Pengaruh Persentase Penambahan Madu dengan Lama Penyimpanan yang Berbeda terhadap pH dan Uji Alkohol Susu Kambing. Jurnal Ilmiah Peternakan 1 (1): 79-87.

Kusbiantoro, B., H. Herawati, dan A. B. Ahza. 2005. Pengaruh jenis dan konsentrasi bahan penstabil terhadap mutu produk velva labu Jepang. J. Hort. 15 (3): 66-77.

Maun, S. 1999. Pemalsuan Madu dengan Sakarosa. J. Kedokteran Trisakti 18 (1): 9-18.

Nofrianti, R., F. Azima dan R. Eliyasmi. 2013. Pengaruh penambahan madu terhadap mutu yoghurt jagung. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 2 (2): 60-67.

Novelina, S. Siswardjono dan Efrina. 2007. Studi Pembuatan Minuman dari Daun Lidah Buaya (Aloe vera) dengan Penambahan Penstabil terhadap Mutu Produk. Jurnal Teknologi Pertanian 2 (7): 1-9.

Nugroho, E. S., S. Tamaroh, dan A. Setyowati. 2006. Pengaruh Konsentrasi Gum Arab dan Dekstrin Terhadap Sifat Fisik dan Tingkat Kesukaan Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb) Madu Instan. Logika, 3 (2): 110-117.

Parwata, I.M.O.A., K. Ratnayani, dan A. Listya. 2010. Aktivitas Antiradikal Bebas Serta Kadar Beta Karoten Pada Madu Randu (Ceiba pentandra) dan Madu Kelengkeng (Nephelium longata L.). Jurnal Kimia 4 (1): 54-62.

Ratnayani, K., N. M. A. D. Adhi S., dan I G. A. M. A. S. Gitadewi. 2008. Penentuan Kadar Glukosa dan Fruktosa pada Madu Randu dan Madu Kelengkeng dengan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Jurnal Kimia 2 (2): 77-86.

Sari, E. K. N., B. Susilo dan S. H. Sumarlan. 2012. Proses Pengawetan Sari Buah Apel (Mallus sylvestris mill) Secara Non-Termal Berbasis Teknologi Oscilllating Magneting Field (OMF). Jurnal Teknologi Pertanian 13 (2): 78-87.

Siskawardani, D.D., Komar N dan M. B Hermanto. 2013. Pengaruh Konsentrasi na-cmc (Natrium– Carboxymethyle Cellulose) dan Lama Sentrifugasi Terhadap Sifat Fisik Kimia Minuman Asam Sari Tebu (Saccharum officinarum L ). Jurnal Bioproses Komoditas Tropis 1 (1): 54-61. Standar Nasional Indonesia. 1995. Minuman Sari Buah. Badan Standarisasi Nasional. SNI 01-3719-1995. . 2004. Madu. Badan Standarisasi Nasional. SNI 01-3545-2004.

Susanto, W.H. dan B.R. Setyohadi. 2011. Pengaruh Varietas Apel (Malus Sylvestris) dan Lama Fermentasi oleh Khamir Saccharomyces cerivisiae sebagai Perlakuan PraPengolahan terhadap Karakteristik Sirup. Jurnal Teknologi Pertanian. 12 (3): 135-142.

Tamaroh, S.C.M. 2004. Usaha Peningkatan Stabilitas Nektar Buah Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dengan Penambahan Gum Arab dan Carboxymethil cellulose (CMC). J. Logika, 1 (1): 56-64.

Tranggono. 1990. Bahan Tambahan Pangan (food additives). Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Universitas Gajah Mada. Yoyakarta. Watts, B.M., G.L. Ylinaki, and L.E.Jeffery. 1990. Basic Sensory Methods For Food Evaluation. The International Development Research Centre, Ottawa. Canada.

Wijayani, A., K. Ummah, dan S. Tjahjani. 2005. Karakterisasi karboksimetil selulosa (CMC) dari eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart) Solm). J. Chem., 5 (3): 228-231.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jitek.2016.011.01.7

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.