Analisa Kualitas Kimia dan Mikrobiologi Susu Kambing Peranakan Etawa dengan Pemberian Pakan yang Ditambahkan Tepung Kulit Manggis pada Persentase yang Berbeda

Dzarnisa Dzarnisa, Cut Intan Novita, Yurliasni Yurliasni, Tri Handayani, Siti Anggaini

Abstract


Upaya peningkatan produksi dan kualitas susu dapat dilakukan melalui perbaikan mutu genetik dan pakan yang baik serta tepat. Pemeliharaan ternak kambing perah merupakan salah satu alternatif upaya diversifikasi ternak perah selain sapi. Dalam meningkatkan produksi susu dibutuhkannya bahan tambahan dalam pakan, salah satunya adalah dengan penambahan tepung kulit manggis (Garcinia mangostana L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kulit manggis terhadap sifat kimia dan kemampuan tepung kulit manggis dalam menghentikan aktifitas mikroba dalam susu. Penelitian ini dilakuan pada bulan maret - Juli 2017 di UD Atjeh Livestock, Desa Limpok, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan cara mengelompokkan menjadi 3 kelompok dan 5 perlakuan sehingga diperoleh 15 satuan percobaan. Masing-masing perlakuan terdiri dari perlakuan 1 (Ransum kontrol, tanpa penggunaan tepung kulit manggis), perlakuan 2 (Ransum dengan penambahan tepung kulit manggis 2,5%), perlakuan 3 (Ransum dengan penambahan tepung kulit manggis 5%), perlakuan 4 (Ransum dengan penambahan tepung kulit manggis 7,5%), perlakuan 5 (Ransum dengan penambahan tepung kulit manggis 10%). Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah  aktivitas antioksidan, kadar protein, kadar bahan kering susu, perhitungan jumlah total mikroba, pengukuran pH, asam laktat dan uji antimikroba susu kambing Peranakan Etawa yang diberikan tepung kulit manggis. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu tepung kulit manggis dan kambing perah peranakan Etawa. Penambahan tepung kulit manggis (TKM) pada pakan Kambing Peranakan Etawa tidak memberikan pengaruh terhadap kadar antioksidan, pH susu, bahan kering susu, total mikroba, asam laktat, dan antimikroba susu, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar protein susu dan masih sesuai dengan standar SNI. Penambahan tepung kulit manggis dapat meningkatkan kadar antioksidan sampai pada taraf pemberian 5%, meningkatan kadar protein dan bahan kering susu sampai pada taraf pemberian 7,5%.       


Keywords


Kambing peranakan etawa; pakan aditif; tepung kulit manggis

Full Text:

PDF

References


Budi, U. (2002). Pengaruh Interval Pemerahan terhadap Produksi Susu dan Aktivitas Seksual Setelah Beranak pada Kambing Peranakan Etawa (Tesis). Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Ngamsaeng, A., Wanapat, M., & Khampa, S. (2006). Effects of mangosteen peel (garcinia mangostana) supplementation on rumen ecology, microbial protein synthesis, digestibility and voluntary feed intake in cattle. Pakistan Journal of Nutrition, 5(5), 445–452. https://doi.org/10.3923/pjn.2006.445.452

Permana, A. W. (2007). Kulit Buah Manggis dapat Menjadi Minuman Instan Kaya Antioksidan. Pustaka Litbang.

Qosim, W. A. (2007). Kulit Buah Manggis Sebagai Antioksidan. Plantus.

Suardana, I. W., & Swacita, I. B. (2009). Higien Makanan. Kajian Teori dan Prinsip Dasar.

Tambunan, I. R. (2007). Pengaruh Pemberian tepung Karkas Koran Pada Periode GrowerTerhadap Presentase Karkas, Lemak Abdominal, Organ Dalam dan Saluran Pencernaan Ayam Broiler (Skripsi). Fakultas Peternakan IPB Bogor: Udayana Universitas Prees.

Zurriyati, Y., Noor, R., & Maheswari, R. R. (2011). Analisis molekuler genotipe kappa kasein (κ-kasein) dan komposisi susu kambing Peranakan Etawa, Saanen dan Persilangannya. Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner, 16(1), 61–70.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jitek.2019.014.01.4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.